Bagaimanakah Setting Terkait Website Jurnal Ilmiah jika Ganti Nama Jurnal?

Jika suatu jurnal mengalami pergantian nama karena suatu sebab, misalnya perubahan dari nama jurnal berbahasa Indonesia menjadi berbahasa Inggris, atau memang mau berganti nama yang lain, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami oleh para Pengelola jurnal (disarikan dari beberapa best practice di beberapa publisher ternama):

  • Nama jurnal yang baru harus didaftarkan di ISSN dan menggunakan ISSN yang baru dengan nama jurnal yang baru.
  • Volume/Issue No di nama jurnal baru berlanjut dari Volume/Issue No nama jurnal lama.
  • Tidak menghilangkan/menghapus website yang lama (berisi artikel2 Fulltext PDF dengan nama jurnal yang lama)
  • Tidak memindahkan fulltext PDF artikel-artikel dengan nama jurnal yang lama ke website jurnal yang baru dengan nama jurnal yang baru.
  • Tetap menghubungkan website lama dengan nama jurnal lama yang sudah “discontinued” (contoh: “Continued as Molecular Catalysis“) ke website yang baru dengan nama jurnal baru (Contoh: “Formerly known as Journal of Molecular Catalysis A: Chemical“), dan di-hyperlink ke URL websitenya.
  • Ketertelusuran dokumen dan website menjadi sangat penting, tanpa menghilangkan lacak pada dokumen artikel yang sudah ada.

Contoh-contoh di publisher-publisher ternama:

Contoh di Elsevier BV: