Pengindeks Jurnal adalah Pilihan bagi Tatakelola Jurnal Ilmiah

Bagaimana melihat pentingnya pengindeksan sebuah jurnal? Apakah DOAJ adalah pengindeks yang baik?

Bukan begitu cara melihatnya. DOAJ tidak meranking jurnal. Maka jangan melihat dari sisi kualitas substansi artikel di DOAJ, khusus untuk substansi hanya dilihat dari kebijakan review nya atau policy review. DOAJ hanya berkomitmen mengindeks jurnal-jurnal yang bersifat open access, dan hanya menyeleksi tentang manajemen tatakelola jurnal dan komitmen open access dg kelengkapan persyaratan sesuai semangat OAI (Open Archive Initiative), tidak menyeleksi dari sisi kualitas isi artikel. Khusus untuk substansi artikel hanya dilihat dari kebijakan review-nya atau policy review dari jurnal tersebut bagaimana menjaga kualitasnya.

Berbeda dengan Scopus misalnya yg memang memeriksa dari sisi kualitas tatakelola dan sisi kualitas substansi isi serta internasional diversifikasi serta citedness atau jumlah sitasi.

Berbeda lagi dg EBSCO atau Proquest yg mmg mempunyai target jualan fulltext, maka proses seleksinya ya disesuaikan dengan peluang-peluang untuk bisa menjual serta orientasi lebih banyak ke pelanggan.

Google Scholar sdh beda lagi, bahkan tanpa seleksi saja begitu online di website bisa terindeks di Google Scholar unt indexing metadatanya, bukan pemeringkatannya.

Oleh karena itu jangan melihat pengindeks itu sama semua levelnya atau domainnya. Masing2 punya target domain yang berbeda2 tergantung kepentingan selanjutnya.

Namun demikian unt jurnal yg tidak diindekskan atau sedikit pengindeks maka sama saja tidak disebarkan, sehingga tidak mudah ditemukan pembaca, akibatnya peluang untuk disitasinya menjadi kecil alias tdk banyak dibaca orang. Kesimpulannya semakin banyak pengindeks (terutama yg tidak questionable indexers) maka akan semakin mudah ditemukan pembaca dan finally punya faktor dampak yang lebih baik.